Hafizin Alzam (11901351)
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M. Pd
1.
Pengertian
Manajemen Kelas
DR. Hadari
Nawawi berpendapat bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau
wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang
seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang
kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan
secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan
kurikulum dan perkembangan murid. Dari uraian diatas jelas bahwa program kelas
akan berkembang bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi
kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu ; guru, murid, dan proses atau
dinamika kelas.
a.
Pengertian
Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa
Latin, yaitu dari kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata
kerja manager yang artinya menangani.
Managere diterjemahkan kedalam bahasa
Inggris dalam bentuk kata kerja to
manage, dengan kata benda management,
dan manager untuk melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, manahement diterjemah-kan ke dalam
bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan (Usman, 2004).
Sejathi menguraikan bahwa, “arti dari manajemen adalah pengelolaan,
penyelenggaraan, ke tatalaksanaan penggunaaan sumber daya secara efektif untuk
mencapai tujuan/sasaran yang diinginkan”. Dengan begitu, pengelolaan/manajemen
adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat
berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sementara itu, pengertian
manajemen menu-rut Terry adalah “suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah
tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata”. Manajemen juga
adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan
kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta
kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Lain halnya
menurut Stoner & Freeman, manajemen adalah “suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan”.
Dengan
demikian, manajemen adalah suatu kegiatan untuk menciptakan dan
memertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar
di dalamnya mencakup pengaturan orang (siswa) dan fasilitas, yang
dikerjakan mulai terjadinya kegiatan pembelajaran di dalam kelas sampai
berakhirnya pembelajaran di dalam kelas.
b.
Pengertian kelas
Pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu
yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sementara,
kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu
pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. Nawawi
memandang kelas dari dua sudut yaitu:
(a)
Kelas dalam arti sempit yaitu,
ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk
mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian ini, mengandung sifat
statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat
perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis
masing-masing.
(b)
Kelas dalam arti luas yaitu suatu
masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai
satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu
tujuan.
Sementara iru, menurut Hamalik ”Kelas adalah suatu kelompok orang yang
melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru”.
Sedangkan menurut Ahmad (1995:1) “Kelas ialah ruangan belajar dan atau
rombongan belajar”. Sulaeman (2009) mengartikan bahwa kelas dalam arti umum
menunjukkan kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dan dari guru yang sama pula. Kelas dalam arti
luas merupakan bagian dari masyarakat kecil yang sebagian adalah suatu
masyarakat sekolah yang sebagian suatu kesatuan di organisasi menjadi unit
kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan.
Menurut
Hamiseno (2009) “Kelas adalah ruangan yang digunakan untuk proses belajar
mengajar yang efektif dan menguntungkan serta dapat memotivasi siswa
untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan”. Kelas merupakan taman
belajar bagi siswa. Kelas adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan
berkem-bangnya potensi intelektual dan omosional. Mengingat kelas
hendak-nya dimanajemen sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan belajar
yang nyaman dan menyenangkan.
Sedangkan
syarat-syarat kelas yang baik yaitu:
1.
Rapi,bersih,sehat, tidak lembab,
2.
Cukup cahaya yang meneranginya,
3.
Sirkulasi udara cukup,
4.
Perabot dalam keadaan baik,cukup
jumlah dan ditata dengan rapi, dan
5.
Jumlah siswa tidak lebih dari 40
orang.
c.
Pengertian
Manajemen Kelas
Pengertian manajemen kelas dari beberapa pakar antara lain, Weber.W.A.
(1988), mendefenisikan manajemen kelas sebagai ompleks of teaching behavior of teacher efficient instruction” yang
mengandung pengertian bahwa segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan
suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta memotivasi murid agar dapat
belajar dengan baik. Eferstson dan Emmer mendeskripsikan manajemen
sebagai “those teacher behavior
that produceshigh levels of student infolfoment classroom activities and
minimize student behaviors that interfiris with dan pencapaianthe
teachers or other students work and efficient use of instructional time
(1998). Houston at al (1988), menegaskan bahwa “ Without effective mamanagement the learning process student for
interfering with instruction“, yang mengandung pengertian bahwa tanpa
manajemen yang efektif proses belajar mengajar menjadi kacau sehingga guru akan
menegur murid-muridnya yang mengganggu proses belajar mengajar.
Johson dan Bany, (1970) menguraikan bahwa manajemen kelas adalah merupakan
keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis
dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasan kelas terhadap aspek-aspek yang
perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah: sifat kelas, pendorong
kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif. Sementara Adnan
Sulaeman (2009) mendefinisikan manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku
guru dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan
peserta didik mencapai tujuan belajar mencapai tujuan belajar secara efesien
atau memungkinkan pesrta didik belajar dengan baik. Ahmad Sulaiman,
(1995) mendefinisikan manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk
mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif yang menyenangkan serta dapat
memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.
Arikunto, (2006) mendefinisikan manajemen kelas adalah suatu usaha
yang dilakukan penanggung jawab kegiatan belajar mengajar apa yang membantu
dengan maksud agar dicapai kondisi yang optimal,sehingga dapat terlaksana
kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Muliyasa (2006) mendefinisikan
manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim
pembelajaran kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam
pembelajaran.”
Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu (Disari-kan
dari Wiford A. Weber, 1986) manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan guru
untuk menciptakan dan memertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan
disiplin (pendekatan otoriter), yang terdiri atas perangkat-perangkat, yakni
(a)
Seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi
(pendekatan intimidasi).
(b)
Seperangkat kegiatan guru untuk
memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif).
(c)
Seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah di
sajikan (pendekatan buku masak).
(d)
Seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang
bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional).
(e)
Seperangkat kegiatan guru untuk
mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi
tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan tingkah laku).
(f)
Seperangkat kegiatan guru untuk
mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio emosional kelas
yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosioemosional).
(g)
Seperangkat kegiatan guru untuk
menumbuhkan dan memertahankan organisasi kelas yang efektif
(pendekatan sistem sosial) Arikunto, (2004).
Selaian definisi di atas, definisi manajemen kelas atau pengelolaan kelas
yang dipetik dari informasi Pendidikan Nasional bahwa ada lima definisi
pengelolaan kelas sebagaimana berikut ini.
1.
Pengelolaan kelas yang
bersifat otoritatif, yakni seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan
memertahankan ketertiban suasana kelas, disiplin sangat diutamakan.
2.
Pengelolan kelas yang bersifat
permisif, yakni pandangan ini menekankan bahwa tugas guru ialah memaksimalkan
perwujudan kebebasan siswa. Dalam hal ini guru membantu siswa untuk merasa
bebas melakukan hal yang ingin dilakukannya. Berbuat sebaliknya berarti guru
menghambat atau menghalangi perkembangan anak secara alamiah.
3.
Pengelolaan kelas yang
berdasarkan prinsip-prinsip pengubahan tingkah laku (behavioral
modification), yaitu seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku
siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak
diinginkan. Secara singkat, guru membantu siswa dalam memelajari tingkah laku
yang tepat melalui penerapan prinsip-prinsip yang diambil dari teori penguatan
(reinforcement).
4.
Pengelolaan kelas sebagai proses
penciptaan iklim sosio-emosional yang positif di dalam kelas. Pandangan ini
mempunyai anggaran dasar bahwa kegiatan belajar akan berkembang secara maksimal
di dalam kelas yang beriklim positif, yaitu suasana hubungan interpersonal yang
baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Untuk terciptanya suasana
seperti ini guru memegang peranan kunci. Peranan guru ialah mengembangkan
5.
iklim sosio-emosional kelas yang
positif melalui pertumbuhan hubungan interpersonal yang sehat. Dengan demikian,
pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan
interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif.
Pengelolaan kelas yang bertolak dari anggapan bahwa
kelas merupakan sistem sosial dengan proses kelompok (group process) sebagai
intinya. Dalam kaitan ini dipakailah anggapan dasar bahwa pengajaran
berlangsung dalam kaitannya dengan suatu kelompok. Dengan demikian, kehidupan
kelas sebagai kelompok dipandang mempunyai pengaruh yang amat berarti terhadap
kegiatan belajar, meskipun belajar dianggap sebagai proses individual. Peranan
guru ialah mendorong berkembangnya dan berprestasinya sistem kelas yang
efektif. Dengan demikian, pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru
untuk menumbuhkan dan memertahankan organisasi kelas yang efektif (Depdikbud,
1982).
2.
Fungsi
dan Tujuan Manajemen Kelas
Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta
didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan
segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi manajemen peserta
didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas tersebut sebagai
berikut:
1) Memberi
guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya
dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2) Membantu
guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian
tujuan pendidikan.
3) Menambah
keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang
digunakan.
4) Membantu
guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan
mendorong motivasi belajar.
5) Mengurangi
kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi
kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
6) Murid-murid
akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk
mengajar sesuai dengan harapan-harapan mereka.
7) Memberikan
kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan
profesionalnya.
8) Membantu
guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk
meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan
bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran belajar siswa.
Tujuan pengelolaan Kelas (A.C. Wragg : 25):
1)
Anak-anak
memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh
perhatian orang dewasa.
2)
Mereka akan
bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang
sesuai dengan kemempuannya.
Indikator Keberhasilan dalam pengelolaan kelas adalah
(Alam S:2003):
1)
Terciptanya
suasana/ kondisi belajar mengajar yang kondusif (tertib, lancar, berdisiplin
dan bergairah).
2)
Terjadinya
hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswan dan antara siswa
dengan siswa.
Tujuan manajemen kelas (Dirjen PUOD dan Dirjen Dirjen
Dikdasmen:1996):
1)
Mewujudkan situasi
dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok
belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemapuan
semaksimal mungkin.
2)
Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3)
Menyediakan dan
mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa
belajar sesui dengan lingkungan sosiol, emosional dan intelektual siswa dalam
kelas.
4)
Membina dan
membimbing siswa sesui dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta
sifat-sifat individualnya.
Johon W. Santrock (2004) dikutip dari (Mulyadi,
2009:5) berpendapat bahwa manajemen kelas yang efektif bertujuan membantu sisa
menghabiskan lebih banayk waktu belajar dan mengurangi waktu aktivitas yang
tidak diorientasikan pada tujuan pembelajaran dan mencegah siswa mengalami
promblem akademik dan emosional. Kelas yang dikelola dengan baik tidak hanya akan
meningkatkan pembelajaran yang berarti, tetapi juga membantu mencegah
berkembangnya problem emosional dan akademik. Kelas yang dikelola dengan baik
akan membuat siswa sibuk dengan tugas yang menantang dan akan membuat siswa
sibuk dengan tugas yang menantang dan akan memberikan aktivitas dimana siswa
menjadi terserap ke dalamnya, termotivasi belajar, memahami aturan dan regulasi
yang harus dipatuhi. Dalam kelas seperti itu, kecil kemungkinannya siswa
mengalami masalah emosional dan akademik. Sebaliknya kelas yang dikelola dengan
buruk, problem emosional dan akademik akan menjadi makin tidak termotivasi
secara akademik akan menjadi makin tidak termotivasi. Siswa yang pemalu akan
menjadi reklusif dan siswa yang bandel akan makin
REFERENSI
Erwinsyah, Alfian. Manajemen
Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar. Jurnal
Manajemen Pendidikan. Volume 5, No. 2, Agustus 2017.
Nur, Muhammad Sidiq. Manajemen
Pendidikan. I June 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar